Libur Natal lalu Tahun Baru adalah ketika dalam mana mobil kesayangan mampu semata diajak berperjalanan jauh. Seperti disebutkan PT Jasa Marga (Persero) bahwa kendaraan pribadi masih menjadi pilihan paling favorit bagi publik untuk melakukan mobilitas pada masa libur religi dan juga penutup 2023. Untuk itu, bagi yang tersebut akan melakukan perjalanan bermobil, hendaknya menyimak tips berikut mengenai pelumas atau oli rem.
Dikutip dari kantor berita Antara, pengecekan pelumas atau cairan alias oli rem wajib dijalankan bila bepergian menggunakan mobil pribadi. Apalagi mengingat pengecekan bagian sistem pengereman terkadang terlewatkan.
“Secara singkat, fungsi utama dari cairan rem adalah sebagai fluida di sistem hidrolik untuk mentransfer tekanan dari pedal atau tuas rem menuju piston dalam kaliper,” jelas Dhany Ekasaputra, Manager Promosi PT Autochem Industry di rilis tertulisnya.
Bahan-bahan yang terkandung pada cairan pelumas rem miliki karakter yang mana perlu diganti secara berkala. Alasannya, bila cairan rem tercampur air sebanyak tiga persen saja, konsekuensinya akan menurunkan titik didih hingga lebih lanjut dari 100 derajat Celsius.
![Ilustrasi rem mobil. [Shutterstock]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2016/12/08/o_1b3e55j4e6q48qm5l1o3617cia.jpg)
Bila titik didih menurun, tekanan untuk menuju piston di area kaliper rem sulit terjadi akibat adanya gelembung udara sebagai tanda mulai mendidihnya cairan pada sistem rem. Jadi semakin terbuka prospek rem blong yang tersebut sangat berbahaya dampaknya.
Kasus rem blong sendiri menurut Dhany Ekasaputra bisa saja disebabkan kebiasaan yang digunakan salah dari pemiliknya, ketika hendak memeriksa jumlah cairan rem dalam tabung reservoir. Jika penutup karet tabung reservoir itu dibuka, akan menyebabkan zat air (kelembapan) di area udara yang tersebut mencapai hingga 85 persen akan diserap cairan rem.
Agar bukan terjadi rem blong, pemilik diharapkan memantau indikator pada sambungan tabung penyimpan cairan rem agar proses menyingkap tutup tabung bisa jadi dikurangi semaksimal mungkin.
Pengecekan juga mampu dijalankan dengan mengawasi warna cairan. Apabila berwarna bening maka sanggup jadi pertanda bahwa bukan ada zat air di area dalamnya.
Berbeda apabila terlihat warna cairan yang dimaksud mulai gelap, menandakan mulai adanya isi air dalam pada sistem rem. Semakin gelap warna cairan rem berarti semakin berbagai zat air di dalam dalamnya.
Hal yang mana patut diketahui oleh pemilik kendaraan adalah sebisa mungkin saja menghindari isi air di cairan rem. Sebagai gambaran, titik didih cairan rem pada kondisi baru dapat mencapai suhu 265 derajat Celsius.
Namun ketika terkontaminasi air sebanyak tiga persen di area dalamnya, akan turun menjadi 155 derajat Celsius. Untuk iklim dalam Indonesia, kontaminasi air tiga persen bisa saja tercapai pada waktu satu tahun atau 20.000 km.
“Di titik inilah sebaiknya pemilik kendaraan perlu mengganti cairan rem secara berkala,” kata Dhany Ekasaputra.
Pemilik kendaraan juga tiada disarankan untuk menggunakan kemasan cairan rem yang tersebut sudah ada terbuka segelnya, lantaran berpotensi akan menghurangi performanya.
“Jadi, sebaiknya pilih kemasan yang digunakan tepat ketika hendak menggunakan cairan rem. Bisa memilih kemasan yang dimaksud 1 liter, 300 ml, ataupun yang berukuran 50 ml, apabila untuk sekadar menambahkan saja,” pungkasnya.
