Sen. Jun 1st, 2026

8 Hal yang dimaksud Sebaiknya Tidak Dilakukan Tamu Hotel

8 Hal yang digunakan dimaksud Sebaiknya Tidak Dilakukan Tamu Hotel

Jakarta – Hotel banyak kali menjadi pilihan para pelancong sebagai tempat untuk beristirahat. Meski hotel memiliki banyak prasarana untuk memanjakan tamu, menginap pada hotel bisa jadi menjadi pengalaman buruk jikalau tamu melakukan kesalahan yang tersebut tidaklah penting. 

Dani Quesnel, seseorang pekerja di tempat jaringan hotel populer selama bertahun-tahun, mengungkap beberapa hal yang tersebut sebaiknya tiada dilaksanakan ketika menginap dalam hotel. 

1. Memesan di area situs web pihak ketiga

Banyak yang mana percaya bahwa situs perjalanan pihak ketiga adalah pilihan terbaik untuk mendapatkan penawaran menarik untuk kamar hotel. Namun ternyata tidak. Menurut dia, platform digital ini biasanya memberikan lebih banyak sedikit kendali terhadap pengguna menghadapi reservasi sehingga rutin kali bikin repot. Selain itu, kebijakan modifikasi yang kaku tak nyaman kemudian terkadang memunculkan biaya tersembunyi.

2. Membiarkan gerendel tidaklah terkunci

Beberapa orang tak mempermasalahkan gerendel oleh sebab itu merekan merasa kunci biasa sudah ada cukup aman. Tapi karyawan hotel sanggup sekadar melakukan kesalahan seperti salah memberikan tamu kunci kamar yang tersebut telah ditempati. 

“Tentu saja, ini tak baik, serta staf harus selalu memohonkan maaf oleh sebab itu telah terjadi melanggar privasi Anda. Namun kenyataannya kesalahan memang benar terjadi,” kata Dani seperti dilansir dari Insider, Sabtu, 16 Desember 2023. 

3. Mengabaikan kebijakan hotel

Ada beberapa kebijakan hotel seperti tak boleh berisik, dilarang merokok, dan juga sebagainya. Sebagian besar hotel mengenakan sanksi denda yang cukup besar apabila melanggar kebijakan ini, sehingga tamu dapat dikenakan biaya beratus-ratus ribu bahkan jutaan. Hotel kemungkinan besar sudah ada menyimpan informasi kartu kredit tamu, jadi sulit untuk menghindari tagihan denda. 

4. Santai sebelum memeriksa kamar

Sebelum beritirahat, jangan lupa memeriksa kebersihan ruangan, menegaskan air panas serta sistem HVAC berfungsi, atau menguji fungsi peralatan elektronik (TV, lampu, jam weker). Akan lebih besar baik jikalau mengetahui permasalahan ini sesegera mungkin saja lalu meminta-minta staf hotel menyelesaikannya sebelum istirahat.

5. Menyingkirkan tanda “Don’t Disturb”

Menggunakan tanda “Don’t Disturb” adalah cara terbaik untuk menghindari staf hotel mengganggu tamu. Hal ini bukanlah cuma untuk privasi, tapi juga meminimalisasi layanan yang digunakan bukan diperlukan. 

6. Pesan tanpa tahu fasilitasnya

Kebanyakan orang membaca ulasan hotel, namun berbagai juga yang digunakan lupa memeriksa apakah hotel yang disebutkan benar-benar miliki semua prasarana yang mana dibutuhkan tamu. Peringkat bintang sebuah hotel bukan terus-menerus mencerminkan ulasan para tamunya, melainkan mencerminkan kualitas lalu kuantitas sarana yang dia tawarkan.

Hotel bintang dua kemungkinan besar bukan memiliki kolam renang, spa, restoran, atau layanan kamar, jadi ingatlah hal ini pada waktu memilih tempat menginap.

7. Pergi tanpa memeriksa

Sebelum pulang, ada prosedur checkout yang harus disertai tamu. Tujuan dari proses ini sangat jelas, memberi sinyal untuk staf hotel bahwa tamu telah dilakukan pergi, sehingga merekan dapat memulai persiapan kamar untuk tamu berikutnya.

Jika tamu tidaklah mau repot-repot check-out, staf harus mengunjungi setiap kamar secara fisik untuk menjamin kamar yang disebutkan kosong. Ini adalah akan menambah pekerjaan staf hotel. “Ada hari-hari ketika saya mendapati diri saya menjelajahi seluruh hotel, memeriksa lebih lanjut dari 50 kamar,” kata dia. 

By admin

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *