Rab. Jul 29th, 2026

Kasus wabah Covid-19 Terus Naik, PB IDI Sebut Vaksinasi Bukan Segalanya

Kasus wabah penyebaran virus Corona Terus Naik, PB IDI Sebut Vaksinasi Bukan Segalanya

Kasus penyebaran virus Corona di dalam Indonesia hingga saat ini terus mengalami peningkatan. Tentu sekadar hal ini tak boleh dianggap remeh. Kenaikannya bahkan bisa jadi mencapai 200-400 perkara per harinya.

Sejauh ini, Kementerian Bidang Kesehatan (Kemenkes) RI meminta-minta agar rakyat melakukan vaksinasi. Hal yang disebutkan dikatakan dapat menjadi cara untuk memproduksi imunitas tubuh menjadi lebih tinggi kuat.

Namun, dokter spesialis paru sekaligus Ketua Satgas pandemi Covid-19 PB IDI, Prof. Dr. dr. Erlina Burhan, SpP(K), Msc justru mengumumkan bahwa vaksinasi bukanlah segalanya. Pasalnya, vaksinasi tambahan difokuskan untuk menghindari serta menurunkan dampak berat apabila terinfeksi.

“Mereka yang telah sampai booster kedua pun, kalau waktunya sudah ada lama, itu tetap saja akan berkurang antibodinya. Vaksinasi itu bukanlah segala-galanya, enggak cukup, jadi jangan merasa kalau divaksinasi nggak (akan) sakit,” kata Prof. Erlina pada Webinar ‘Waspada Pembaruan Kasus Covid 19’, Hari Jumat (15/12/2023).

Ketua Satgas wabah Covid-19 PB IDI, Prof. Dr. dr. Erlina Burhan, SpP(K), Msc (tangkap layar)
Ketua Satgas wabah Covid-19 PB IDI, Prof. Dr. dr. Erlina Burhan, SpP(K), Msc (tangkap layar)

“Karena vaksin itu tujuannya sebetulnya untuk menjaga dari agar kalau terinfeksi bukan menjadi berat kemudian tiada dirawat,” sambungnya.

Sementara itu, Prof Erlina justru menekankan rakyat untuk dapat memulai gaya hidup sehat. Selain vaksinasi, gaya hidup sehat justru hal penting yang digunakan menciptakan imunitas tubuh menjadi kuat.

Untuk itu, ia menyarankan warga agar mulai menerapkan gaya hidup sehat. Dengan demikian, imunitas tiada cuma didapat dari vaksinasi, tetapi juga gaya hidup yang digunakan diterapkan.

“Jadi yang dimaksud telah divaksin, imunitasnya dijaga. Dengan apa? Dengan perilaku hidup bersih dan juga sehat, konsumsi nutrisi yang tersebut seimbang, ada karbo, ada protein, sayur, buah yang digunakan sumber vitamin. Kalau memang benar bukan suka buah, anak-anak kasih suplemen vitamin lalu istirahat yang tersebut cukup, tidur yang dimaksud cukup 7-8 jam per hari, jangan stres, olahraga ringan tapi rutin, jangan merokok, yang pokoknya hidup sehat lah,” jelasnya.

Sementara itu, untuk mengurangi penularan Covid-19, Prof. Erlina juga mengingatkan rakyat untuk menerapkan protokol kesehatan. Karena sekarang tiada ada lagi PPKM, maka penting adanya kesadaran diri mengurangi pandemi Covid-19 dengan protokol kesehatan.

Salah satu yang mana dapat dijalankan adalah dengan mengenakan masker apabila sedang sakit. Itu akan menghindari penularan. Sementara, untuk orang yang digunakan rentan terpapar juga disarankan mengenakan masker untuk melindungi diri jikalau bertemu orang sakit pada jalan.

“Sekarang kan sudah ada endemis, tidaklah ada lagi PPKM, jadi tetap memperlihatkan terapkan prokes. Contohnya kalau kita batuk, bersin, pilek, kita pakai masker. Kalau kita mengundurkan diri dari rumah supaya enggak menularkan terhadap orang lain. dengan pakai masker kita dapat menghindari penularan influenza,” jelas Prof. Erlina.

“Selain itu, kalau Anda bukan sehat juga termasuk kelompok yang tersebut rentan, orang tua punya komorbid apalagi tiada divaksin, ayo kita tahu diri mengundurkan diri dari rumah kalau berada di tempat keramaian kita yang pakai masker sekalipun kita tiada sakit. Karena kita enggak tahu status orang di area sekitar kita, jangan-jangan di dalam antara mereka itu ada yang sudah ada terinfeksi lalu kemudian batuk-batuk sehingga kita kemudian tertular,” pungkasnya.

By admin

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *