Kam. Apr 16th, 2026

pandemi Covid-19 Naik Lagi, Hal ini Rekomendasi 4 Alat Tes Antigen Mandiri di area Rumah

pandemi penyebaran virus Corona Naik Lagi, Hal ini Rekomendasi 4 Alat Tes Antigen Mandiri dalam area Rumah

Melonjaknya persoalan hukum penyebaran virus Corona pada Tanah Air, pemerintah memperbolehkan rakyat lakukan tes antigen mandiri tanpa bantuan tenaga kesehatan. Alat antigennya ada yang tersebut lokal juga loh.

Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan juga Imunisasi Dinas Bidang Kesehatan DKI Jakarta, Ngabila Salama menjelaskan aturan tes penyebaran virus Corona mandiri di tempat rumah tertuang di area Permenkes 23/2023 halaman 14 Nomor 15.

“Dalam rangka deteksi dini Covid-19, penduduk dapat melakukan tes antigen mandiri tanpa bantuan tenaga kemampuan fisik baik ketika pengambilan spesimen hingga pembacaan hasil tes,” ujar ngabila melalui arahan singkat untuk suara.com, Rabu (13/12/2023).

Berikut ini daftar alat antigen yang digunakan bisa saja digunakan untuk tes penyebaran virus Corona mandiri yang digunakan sudah ada tercatat di tempat Kementerian Kesejahteraan (Kemenkes):

1. Juvara

Alat antigen Juvara SARS CoV 2 ini merupakan produk-produk di negeri alias AKD, sebagai Antigen Rapid Test Kit Nasal Specimen, dengan nomor 20303220250 dan juga diproduksi PT. Jayatunggal Sekarmulia.

2. Fastclear Q

Alat tes pandemi Covid-19 ini juga termasuk hasil di negeri, dengan nomor AKD 20303122391. Fastclear Q pandemi Covid-19 Ag Nasal ini merupakan buatan PT Standard Biosensor Healthcare.

3. BPRO Covid-19

BPRO penyebaran virus Corona Ag Rapid Diagnostic Test (NASAL) juga barang buatan pada negeri, dengan nomor AKD 20303220133 dan juga merupakan produksi PT. Prodia Diganostic Line.

4. Pabio wabah Covid-19 Ag Self Test

Berbeda dengan 3 alat tes penyebaran virus Corona mandiri di dalam melawan yang tersebut merupakan buatan lokal, alat ini merupakan hasil impor dengan nomor AKL 20303321080.

Vaksinasi pandemi Covid-19 Dosis 4 Cuma 10 Persen

Menurut dr. Ngabila, per Desember 2023 pada DKI Ibukota Indonesia warga yang tersebut mendapat vaksinasi dosis penyebaran virus Corona dosis ke-4 baru mencapai 10 persen dari 8,4 jt target pemberian vaksin usia 18 tahun ke atas.

“Kami menghimbau publik segera melengkapi vaksinasi. Padahal prinsip vaksinasi lebih lanjut baik terlambat daripada tak identik sekali,” papar Ngabila.

Seperti diketahui, vaksinasi terbukti sangat efektif untuk menjaga dari keparahan kemudian kematian pandemi Covid-19 teristimewa untuk kelompok berisiko tinggi meninggal, seperti pra lansia lebih lanjut dari 50 tahun, belum lengkap vaksinasi, penyakit penyerta alias komorbiditas hipertensi, diabetes mellitus melitus, stroke, penyakit jantung serta ginjal, kanker, TBC, HIV, dan juga imunodefisiensi lainnya.

By admin

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *