Sel. Jul 28th, 2026

Mengenal Jenis-Jenis Risiko Investasi

Mengenal Jenis-Jenis Risiko Investasi

Faktanya menabung saja tidak cukup untuk membantu Anda mencapai kebebasan secara financial, Anda harus mau untuk ambil tantangan dengan cara berinvestasi, karena bagaimanapun investasi ini berpotensi mendapatkan profit atau keuntungan yang lebih besar dibandingkan hanya dengan menabung uang Anda. Meskipun demikian juga ada risiko investasi yang agaknya harus sanggup Anda hadapi.

Berinvestasi ini digambarkan seperti Anda menanam sebuah pohon, dimana ada kemungkinan nantinya ia akan tumbuh subur dan berbuah, serta buahnya bisa dinikmati. Namun di satu sisi juga ada risiko nantinya pohon tersebut akan mati sebelum berbuah. Itulah mengapa tidak ada jaminan aman, setiap investasi yang Anda jalankan tersebut juga punya risiko didalamnya, meskipun tidak semuanya beresiko agresif.

Penting bagi para calon investor untuk mengenali terlebih dahulu tingkatan risiko pada instrumen investasi Anda, jangan gegabah di dalam mengambil keputusan sehingga tidak akan menyesal nantinya. Apalagi pilihan instrumen investasi yang ada di luaran sana juga sangat banyak, sehingga bisa pilah-pilih yang sesuai kebutuhan dan kemampuan keuangan. Apalagi pada dasarnya tidak semua instrumen investasi membutuhkan modal yang besar, banyak juga diantaranya yang dapat dimulai dengan modal kecil, sehingga tidak perlu khawatir.

Sebelumnya ketahui terlebih dahulu beberapa jenis risiko investasi berikut ini, yaitu :

  1. Risiko pasar, risiko yang satu ini berkaitan dengan fluktuasi harga atau nilai investasi yang terjadi akibat perubahan di dalam kondisi pasar. Misalnya faktor yang berpengaruh didalamnya adalah terkait dengan kebijakan pemerintah, suku bunga sampai dengan kondisi ekonomi di dalam sebuah negara. Jika Anda ingin terhindar atau agar bisa mengelola risiko semacam ini, maka hal yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan diversifikasi produk atau portofolio investasi Anda, sehingga jangan hanya memilih satu instrumen saja, bagi-bagi ke beberapa jenis instrumen yang lainnya.
  2. Risiko likuiditas, jenis yang lainnya adalah risiko likuiditas yang berhubungan dengan kemampuan investor di dalam menjual atau mencairkan uang investasi tersebut, apalah bisa cepat serta tanpa menimbulkan kerugian ataukah tidak. Ini penting dipahami karena tidak semua instrumen investasi memiliki tingkat likuiditas yang tinggi, tidak jarang juga diantaranya yang likuiditasnya rendah. Beberapa jenis instrumen yang sulit untuk dijual secara instan diantaranya adalah properti dan juga saham, sedangkan untuk emas likuiditasnya paling tinggi.
  3. Risiko inflasi, risiko yang satu ini dapat terjadi jika seandainya laju inflasi melebihi tingkat dari pengembalian investasi tersebut, apalagi jika seandainya pengembalian investasi tersebut tidak mampu untuk mengimbangi inflasi atau daya beli menjadi berkurang, maka sebaiknya jangan berinvestasi pada instrumen yang risiko inflasinya besar, karena sudah pasti akan rugi, lebih baik uang diputar ke instrumen investasi lain saja.
  4. Risiko politik, seperti pada saat ini di tengah ajang pemilu maka akan menimbulkan gejolak juga dalam investasi, karena akan terjadi perubahan kebijakan pemerintah, hal ini akan berdampak pada nilai investasi, beberapa hal seperti diantaranya adalah kebijakan fiskal, stabilitas politik, perpajakan sampai dengan hukum juga termasuk kedalam faktor-faktor yang punya pengaruh investasi. Jadi penting bagi seorang investor untuk setidaknya mengikuti perkembangan politik apa yang terjadi pada saat ini, karena juga memberikan pengaruh pada nilai investasi Anda.
  5. Risiko kredit, ini terjadi ketika pihak yang berhutang tersebut tidak punya kemampuan dalam membayar kembali hutangnya. Risiko ini dapat terjadi pada beberapa jenis investasi layaknya obligasi atau pinjaman kepada perusahaan dan pemerintah. Jadi sebelum itu investor harus melakukan analisis kredit dengan cermat serta mempertimbangkan tingkatan kredit juga kondisi keuangan sebelum memutuskan untuk berinvestasi kesana, karena dapat meminimalisir risikonya.

Risiko investasi ini sudah pasti ada, namun jangan dijadikan sebagai alasan untuk takut memulai. Karena jika tidak dimulai tentunya kedepannya Anda juga tidak akan dapat berkembang bukan. Bagi yang masih awam sebaiknya berinvestasi ke beberapa instrumen yang aman saja, misalnya adalah deposito bank. Pilih lembaga keuangan atau bank dengan penawaran bunga tinggi seperti bank BCA, nilai bunganya aman dan dijamin oleh LPS. Cara kerjanya juga mudah tinggal menabung dalam jangka waktu tertentu di bank.

By admin

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *